Edisi, 09 September 2010
MaiMoko
Kasih
Sudahkah anda berbuat banyak kasih hari ini?
Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong. Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain. Ia tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi karena kebenaran. Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu dan sabar menanggung segala sesuatu. (1 kor 13:4-7)
Home Kasih
Artikel
Radio Streaming
Daftar Situs
Doa singkat
 
Arsip:
Kisah Alergi Hidup
Jangan Dipendam
Kisah Alergi Hidup
I Cried For My Brother Six Times
PIANO
Aku Pernah Datang dan Aku Sangat Penurut
Tuhan Menjawab!
Air Mata Menuai Sukacita
Kapankah Aku Mau Belajar Mendengarkan?
Jalan dengan Keong
Asal mula lagu Malam Kudus
Goresan Mobil
DOA MENDATANGKAN MUJIZAT
Tuhan mengijinkan pergumulan datang dalam hidup kita karena Tuhan ingin kita bisa merasakan kuasa, mujizat dan kasih-NYA yang besar bagi kita.
Tuhan mengijinkan ujian hidup dan pergumulan datang dalam hidup kita untuk mengetahui bagaimana sesungguhnya iman dan hati kita kepada Tuhan.
Dampingi Sohib Hadapi Musibah
Resep Anti Miskin
Mengapa Kita Percaya Tuhan?
Bagikan kebahagiaan Anda
Selembar uang ribuan dan lima ratusan
Cinta seorang Tunanetra
Kenapa Kamu Harus Hidup?
Tiga Orang Pandai
Kebahagiaan Adalah Seperti Kupu-kupu
Cinta Kasih Di Hati Manusia
God Sent The Angel
ALPHABETICAL FOR SUCCESS
Memuji
Cinta kepada Ibu
Kasih ibu

Kisah Alergi Hidup

28/01/2010 1:02 PM
Seorang pria mendatangi seorang Guru. Katanya : "Guru, saya sudah bosan hidup. Benar-benar jenuh. Rumah tangga saya berantakan. Usaha saya kacau. Apapun yang saya lakukan selalu gagal. Saya ingin mati".

Sang Guru tersenyum : "Oh, kamu sakit".

"Tidak Guru, saya tidak sakit. Saya sehat. Hanya jenuh dengan kehidupan. Itu sebabnya saya ingin mati".

Seolah-olah tidak mendengar pembelaannya, sang Guru meneruskan : "Kamu sakit. Penyakitmu itu bernama "Alergi Hidup". Ya, kamu alergi terhadap kehidupan. Banyak sekali di antara kita yang alergi terhadap kehidupan. Kemudian, tanpa disadari kita melakukan hal-hal yang bertentangan dengan norma kehidupan. Hidup ini berjalan terus. Sungai kehidupan ini mengalir
terus, tetapi kita menginginkan keadaan status-quo. Kita berhenti di tempat, kita tidak ikut mengalir. Itu sebabnya kita jatuh sakit. Kita mengundang penyakit. Penolakan kita untuk ikut mengalir bersama kehidupan membuat kita sakit. Usaha pasti ada pasang-surutnya. Dalam berumah-tangga, pertengkaran kecil itu memang wajar. Persahabatan pun tidak selalu langgeng. Apa sih yang abadi dalam hidup ini ? Kita tidak menyadari sifat kehidupan. Kita ingin mempertahankan suatu keadaan. Kemudian kita gagal, kecewa dan menderita".

"Penyakitmu itu bisa disembuhkan, asal kamu benar-benar bertekad ingin sembuh dan bersedia mengikuti petunjukku", kata sang Guru.

"Tidak Guru, tidak. Saya sudah betul-betul jenuh. Tidak, saya tidak ingin hidup lebih lama lagi", pria itu menolak tawaran sang Guru.

"Jadi kamu tidak ingin sembuh. Kamu betul-betul ingin mati ?", tanya Guru.

"Ya, memang saya sudah bosan hidup", jawab pria itu lagi.

"Baiklah. Kalau begitu besok sore kamu akan mati. Ambillah botol obat ini... Malam nanti, minumlah separuh isi botol ini. Sedangkan separuh sisanya kau minum besok sore jam enam. Maka esok jam delapan malam kau akan mati dengan tenang".

Kini, giliran pria itu menjadi bingung. Sebelumnya, semua Guru yang ia datangi selalu berupaya untuk memberikan semangat hidup. Namun, Guru yang satu ini aneh. Alih-alih memberi semangat hidup, malah menawarkan racun. Tetapi, karena ia memang sudah betul-betul jenuh, ia menerimanya dengan senang hati.

Setibanya di rumah, ia langsung menghabiskan setengah botol racun yang disebut "obat" oleh sang Guru tadi. Lalu, ia merasakan ketenangan yang tidak pernah ia rasakan sebelumnya. Begitu rileks, begitu santai ! Tinggal satu malam dan satu hari ia akan mati. Ia akan terbebaskan dari segala macam masalah.

Malam itu, ia memutuskan untuk makan malam bersama keluarga di restoran Jepang. Sesuatu yang tidak pernah ia lakukan selama beberapa tahun terakhir. Ini adalah malam terakhirnya. Ia ingin meninggalkan kenangan manis. Sambil makan, ia bersenda gurau. Suasananya amat harmonis. Sebelum tidur, ia mencium istrinya dan berbisik, "Sayang, aku mencintaimu". Sekali lagi, karena malam itu adalah malam terakhir, ia ingin meninggalkan kenangan manis.

Esoknya, sehabis bangun tidur, ia membuka jendela kamar dan melihat ke luar. Tiupan angin pagi menyegarkan tubuhnya. Dan ia tergoda untuk melakukan jalan pagi. Setengah jam kemudian ia kembali ke rumah, ia menemukan istrinya masih tertidur. Tanpa membangunkannya, ia masuk dapur dan membuat dua cangkir kopi. Satu untuk dirinya, satu lagi untuk istrinya. Karena pagi itu adalah pagi terakhir, ia ingin meninggalkan kenangan manis! Sang istripun merasa aneh sekali dan berkata : "Sayang, apa yang terjadi hari ini ? Selama ini, mungkin aku salah. Maafkan aku sayang".

Di kantor, ia menyapa setiap orang, bersalaman dengan setiap orang. Stafnya pun bingung, "Hari ini, Bos kita kok aneh ya ?" Dan sikap mereka pun langsung berubah. Mereka pun menjadi lembut. Karena siang itu adalah siang terakhir, ia ingin meninggalkan kenangan manis! Tiba-tiba, segala sesuatu di sekitarnya berubah. Ia menjadi ramah dan lebih toleran, bahkan menghargai terhadap pendapat-pendapat yang berbeda. Tiba-tiba hidup menjadi indah. Ia mulai menikmatinya.

Pulang ke rumah jam 5 sore, ia menemukan istri tercinta menungguinya di beranda depan. Kali ini justru sang istri yang memberikan ciuman kepadanya sambil berkata : "Sayang, sekali lagi aku minta maaf, kalau selama ini aku selalu merepotkan kamu". Anak-anak pun tidak ingin ketinggalan : "Ayah, maafkan kami semua. Selama ini, ayah selalu tertekan karena perilaku kami".

Tiba-tiba, sungai kehidupannya mengalir kembali. Tiba-tiba, hidup menjadi sangat indah. Ia mengurungkan niatnya untuk bunuh diri. Tetapi bagaimana dengan setengah botol yang sudah ia minum, sore sebelumnya ?

Ia mendatangi sang Guru lagi. Melihat wajah pria itu, rupanya sang Guru langsung mengetahui apa yang telah terjadi dan berkata : "Buang saja botol itu. Isinya air biasa. Kau sudah sembuh. Apabila kau hidup dalam kekinian, apabila kau hidup dengan kesadaran bahwa maut dapat menjemputmu kapan saja, maka kau akan menikmati setiap detik kehidupan. Leburkan egomu, keangkuhanmu, kesombonganmu. Jadilah lembut, selembut air. Dan mengalirlah bersama sungai kehidupan. Kau tidak akan jenuh, tidak akan bosan. Kau akan merasa hidup. Itulah rahasia kehidupan. Itulah kunci kebahagiaan. Itulah jalan menuju ketenangan".

Pria itu mengucapkan terima kasih dan menyalami Sang Guru, lalu pulang ke rumah, untuk mengulangi pengalaman malam sebelumnya. Konon, ia masih mengalir terus. Ia tidak pernah lupa hidup dalam kekinian. Itulah
sebabnya, ia selalu bahagia, selalu tenang, selalu HIDUP !


Sumber : Awangga Friends
Dilihat Sebanyak [135]
Kirim untuk teman anda
Versi Cetak
Masukkan Nama anda:

Masukkan Email teman anda:

Pesan Template:

 
Email:
 
  Password:
 
 
  Lupa passwordmu? klik disini
Gabung gratis klik disini

MaiMoko
MaiMoko Hadir di Saphir Square Jl. Laksda Adisucipto Lantai Ground Blok A1 No.7 Atau silahkan kunjungi kami di http://maimoko.ihkeren.com untuk belanja online.

GBI Pamulang Raya
Bersama kami dalam ibadah GBI Pray Cab. Makassar. Alfa Omega Ministry. Info Selengkapnya klik website kami

Iklan 1000
Letakkan iklan anda disini dengan hanya membayar Rp.1000 saja. Mau tahu lebih banyak tawaran iklan kami? klik link ads. atau hubungi kami di 0274-3152880

MaiMoko - Yuk Mari...
Belanja murah harga grosir masih diskon besar. Dijual dengan harga dasar. MaiMoko hadir di Mall Saphir Square Yogyakarta lt.G Blok.A No.7

Hijaukan Dunia?
Selamatkan bumi, adalah tanggungjawab kita semua.

E-Dolan
Kumpulan Produk Regulasi Indonesia lengkap dalam 1 CD dan dijual dengan harga murah. cukup mengganti biaya produksi sebesar Rp.88 Rb

 
Powered by: ChendiaPoint © 1999 - 2010
 
 
MaiMoko Indonesia